Brainn
ANDA sering sakit
kepala, atau bahkan terkadang disertai dengan muntah-muntah. Waspadai gejala
tersebut, karena bisa jadi Anda terkena penyakit tumor otak yang dapat
menyebabkan kanker otak?
Pada kanker otak, terdapat sel-sel tubuh yang tumbuh secara tidak normal.
Penyakit ini memang tidak menimpa banyak orang, tetapi dalam penyebarannya,
kanker ini sangat menakutkan.
Dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Omni Internasional, Serpong
Tangerang, Dr Alfred Sutrisno, Sp BS, mengatakan, terdapat perbedaan antara
tumor di otak dengan tumor di tempat lainnya. Pada tumor otak dibatasi dengan
tulang kepala sehingga terdapat suatu masa akan menekan jaringan otak, apakah
itu darah atau tumor.
"Nah proses penekanan di otak inilah yang akan menyebabkan pasien
menderita sakit kepala pada awalnya, dan juga mengalami muntah-muntah yang
proyektil. Maksudnya pasien muntah tidak sedang makan," ujar dokter yang
juga berprofesi sebagai konsultan bagian saraf ini.
Dokter yang mengambil gelar untuk dokter umum di Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta ini menjelaskan, penyebab timbulnya penyakitini, berdasarkan teori,
dapat terjadi karena adanya kelainan genetik, bawaan sejak lahir seperti
craniopharyngioma dan lain-lain, virus maupun faktor etnis. Ini pun masih belum
dipastikan. "Gejala dari penyakit ini tergantung dari letak tumor itu
berada," jelasnya.
Gejala yang umum dapat ditunjukkan berupa sakit kepala dan muntah-muntah yang
proyektil. Kemudian jika mengenai daerah motorik ada gejala kelemahan anggota
gerak sampai kelumpuhan, penurunan penglihatan sampai kebutaan, hilangnya
keseimbangan, kesemutan, sampai tidak berasa sama sekali, gangguan penciuman,
gangguan bicara kalau terkena di area atau pusat bicara, hingga turunnya
kesadaran bila yang terkena batang otaknya.
Lebih lanjut dikatakan Alfred, berdasarkan jenisnya penyakit tumor otak ini
terbagi menjadi dua, ada tumor jinak: misalnya meningioma, cavernous angioma,
astrocytoma grade rendah (1,2), adenoma hipofise, acustic neurinoma, dan tumor
ganas glioblastoma. "Penyakit kanker otak ini sangat identik dengan tumor
ganas. Sebenarnya tumor di otak atau di mana pun tumor itu berada, tumor di
bagi menjadi dua bagian yaitu tumor ganas atau kanker dan tumor jinak,"
tutur dokter kelahiran Cirebon, 6 Februari 1958 ini.
Sedangkan berdasarkan lokasinya dibagi menjadi dua, yaitu tumor supratentorial
dan tumor infratentorial. Artinya tumor di atas tentorium atau pada otak besar,
dan tumor yang ada di bawah tentorium, yakni otak kecil dan batang otak.
Alfred menuturkan, jenis tumor otak yang paling parah di antaranya adalah
glioblatoma (astrocytoma grade 4), dan neuroblastoma. Tapi kalau tumor ini
letaknya di otak besar mungkin gejala yang timbul lambat. Nah, jika tumor ini
terletak di otak kecil, maka gejalanya akan cepat terlihat.
"Pada tumor jenis glioblastoma, tumor otak lebih sering mengenai otak
besar, sedangkan acustic neurinoma akan menyerang saraf pendengaran si
penderita, sehingga letaknya di otak kecil," papar dokter yang juga
menjadi pengarang buku yang berjudul Stroke ???You Must Know Before You Get
It!!! ini.
Anggota dokter bedah seluruh dunia ini menambahkan, penyakit tumor otak pada
prinsipnya dapat disembuhkan. "Dengan catatan, dapat melakukan tindakan
operasi dengan mengambil semua jaringan tumor, kecuali yang ganas karena
meskipun kita telah mengambil total, nanti akan tumbuh lagi," tandasnya.
Sejumlah teknik operasi dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
Yakni, operasi dengan bedah microsurgery atau endoscopic surgery, radiotherapy:
sinar X maupun sinar gamma, atau gamma knife, chemotherapy, dan imunotherapy.
"Jika Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan tadi, maka segera
lakukanlah pemeriksaan diri dan dengan melakukan pemeriksaan MRI," pesan
Alfred.
Sementara itu, dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Global Medika
Tangerang Dr Andri, SpKJ berpendapat, pasien yang mengalami kanker otak dapat
mengalami keadaan depresi, delirium, demensia, ataupun kejang. "Kanker
otak merupakan salah satu kanker yang paling ditakuti. Kanker atau tumor otak
bisa mengenai semua bagian otak tentunya," jelas psikiater yang juga
berpraktik di RS Omni Internasional, Serpong, Tangerang ini.
Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menuturkan, perubahan pada daya
intelektual juga bisa terjadi pada pasien kanker otak ini. Hanya saja perubahan
daya intelektualnya tergantung dari letak tumornya sendiri. Jika terdapat di
daerah frontal atau bagian depan otak, di mana banyak terdapat fungsi
intelektual dan perasaan, maka bisa mengalami gangguan dalam fungsi intelektual
termasuk daya ingat.
Namun, ada juga yang disebabkan karena depresi ataupun dementianya. Tentunya
pada keadaan daya ingat yang terganggu akibat tumor, yang pertama kali adalah
melakukan upaya pengobatan primer terhadap tumornya tersebut. "Terkadang
ada keterbatasan dalam terapi tumornya sehingga pasien harus menderita lama.
Hal ini secara bermakna akan meningkatkan gangguan depresi pada pasien
itu," ucap dokter yang lulus dengan predikat cum laude itu.
Bila pasien mengalami depresi yang pada banyak orang dapat menurunkan fungsi
daya ingatnya juga, pengobatan dengan menggunakan obat dan psikoterapi harus
dilakukan. Pasalnya, hal tersebut sangat penting demi perbaikan kualitas hidup
pasien itu sendiri." Ingat depresi tidak boleh dipandang sebagai suatu hal
yang wajar pada pasien kanker apa pun jenisnya sehingga harus diterapi secara
agresif," pesan Andri.
(sindo//tty)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar