Rabu, 16 Mei 2012

Putri Qara (Pembelajaran Bagi Suami-Istri)


Diceritakan bahwa Putri Qara adalah istri saudagar
 kaya Amenhotep, berasal
 dari keluarga sederhana, tapi pintar, bijaksana dan
 berbudi pekerti yang
 baik. Karena ia berasal dari keluarga yang lebih
 miskin dibanding dengan
 suaminya, ia sering diperlakukan dengan tidak
 selayaknya, sampai suatu hari
 ia dan suaminya pergi ke desa nelayan dan melihat ada
 seorang nelayan yang
 miskin dan istrinya. Nelayan tersebut sangat miskin
 dan bahkan untuk
 membeli jala yang baru untuk mengganti jalanya yang
 robek pun ia tidak
 mampu. Istri nelayan tersebut adalah orang yang
 pemboros, malas dan suka
 berjudi, seluruh penghasilan suaminya digunakannya
 untuk berfoya-foya.

 Melihat kenyataan seperti itu, Putri Qara berkata
 kepada suaminya, bahwa
 seharusnya istri nelayan tersebut membantu memperbaiki
 jala suaminya.
 Amenhotep, menentang pendapat istrinya, mereka
 berdebat, sehingga Amenhotep
 marah dan kemudian memanggil nelayan miskin tersebut.
 Amenhotep menukarkan
 Putri Qara dengan istri nelayan tersebut.

 Putri Qara sedih karena terhina, suaminya
 memperlakukan seolah-olah dia
 adalah barang yang bisa dipertukarkan semaunya. Sang
 nelayan tertegun dan
 tidak berani membantah, karena Amenhotep terkenal
 kejam dan sadis karena
 kekayaannya.

 Putri Qara rajin membantu suaminya yang baru dalam
 bekerja. Karena kepandaian dan kebijaksanaan Putri
 Qara, lambat laun sang nelayan menjadi kaya.
 Sampai suatu ketika ada seorang tua dengan baju
 compang-camping dan tidak
 terurus datang ke rumah Putri Qara, pelayan dirumah
 tersebut mengenalinya sebagai Amenhotep. Amenhotep
 kemudian melepas terompahnya dan meletakkan di
 meja kecil di sudut rumah Putri Qara. Oleh pelayan,
 terompah tersebut diberikan pada Putri Qara dan
 menceritakan kondisi pemiliknya, sang Putri mengenali
 terompah tersebut dan memerintahkan pelayannya untuk
 memberikan pada Amenhotep baju baru, terompah baru dan
 3 keping uang emas ditambah pesan : aku tidak diwarisi
 kekayaan tetapi budi pekerti, kebijaksanaa dan kemauan
 untuk bekerja.

 Amenhotep menerima pemberian itu dengan penyesalan
 akan tindakannya di masa
 lalu, karena egonya dia menukar istrinya yang baik dan
 bijaksana dengan
 seorang wanita yang hanya bisa menghamburkan harta
 suaminya.

 Cerita tersebut sederhana, tapi menyentuh karena
 ternyata begitu besar
 pengaruh seorang istri untuk suaminya.

 Oleh karenanya, hai wanita dampingi dan dukunglah pria
 dengan bijaksana,
 dan hai pria perlakukanlah wanita dengan penuh kasih,
 karena pada setiap pria yang sukses pasti terdapat
 seorang wanita disampingnya yang mendukungnya dengan bijaksana.

Note: Bagi wanita yang akan menjadi istri dan telah menjadi istri Tetap dukung suamimu
          Berikan cinta yang tulus dan Perhatian, Semangat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar