Obat revolusioner yang mampu memblokir pertumbuhan tumor (kanker) telah ditemukan oleh pakar kedokteran dari University of California di San Francisco, Amerika Serikat, belum lama ini.
Bahkan obat baru tersebut, menurut Newscientist, mampu mencegah penyebaran (metastasis) atau pertumbuhan tumor.
Obat baru yang disebut Cabozantinib atau Cabo yang diproduksi oleh perusahaan farmasi,Exelixis. Untuk menguji keampuhan obat ini, Donald McDonald dari University of California di San Francisco dan rekan-rekannya melakukan percobaan dengan tikus, yang didiagnosis dengan tumor ganas.
Sekelompok tikus menerima dosis harian Cabozantinib selama 14 minggu. Setelah 20 minggu, semua tikus selamat. Berbeda dengan tikus-tikus yang disuntik plasebo, tidak ada satupun yang dapat bertahan lama.
Ahli kanker, Holger Gerhardt, mengatakan, tidak ada metastasis atau retensi pertumbuhan tumor selama lebih dari 20 minggu. Hal yang belum pernah ditemukan dalam studi serupa. Sifat inovatif obat baru ini bukan hanya menghambat reseptor pertumbuhan endotel vaskular, yang menghentikan pertumbuhan tumor, tetapi juga menghambat metastasis dan menghalangi aliran darah ke tumor.
Percobaan juga dilakukan pada 108 relawan yang menderita kanker prostat dan metastasis tulang, dengan Cabozantinib selama tiga bulan. Hasilnya, ukuran tumor pada tulang 82 orang menurun atau hilang sama sekali.
Tumor yang tumbuh hanya terjadi pada tiga pasien selama pengobatan. Dua pertiga pasien melaporkan efek positif dari obat yang bertindak sebagai penghilang rasa sakit. Pasien yang dirawat dengan asupan obat tersebut tidak membuat mereka menyerah dan meminta suntikan morfin.
Tes obat baru kini dilanjutkan di 246 pasien untuk mengurangi rasa sakit, dan studi lain pada 960 pasien untuk menguji apakah obat ini revolusioner dapat memperpanjang harapan hidup.
Beranjak dari hasil penelitian itulah, Cabozantinib dianggap sebagai obat pertama yang mempengaruhi 12 dari 13 jenis kanker. Meskipun umumnya, pengujian terapi dengan obat kanker baru tak berfungsi pada 9 dari 10 jenis tumor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar